Grand Final 2014

http://buddhazine.com/glen-dari-surabaya-juara-lomba-cipta-dan-penyanyi-lagu-buddhis-nasional/

Glen dari Surabaya Juara Lomba Cipta dan Penyanyi Lagu Buddhis Nasional

Hendrick Tanuwidjaja | Sunday, 7 December 2014 19.22 PM Culture
Glen dari Surabaya Juara Lomba Cipta dan Penyanyi Lagu Buddhis Nasional

Sutar Soemitro

Rangkaian panjang Lomba Cipta dan Penyanyi Lagu Buddhis Nasional (LCPLBN) 2014 akhirnya mengukuhkan Glendy Tejopratomo dari Surabaya sebagai juara untuk kategori penyanyi. Gelar juara itu makin lengkap karena lagu yang ia bawakan di malam grand final juga terpilih sebagai pemenang untuk kategori pencipta lagu, yaitu lagu Ladang Hati ciptaan Chandra Wijaya Pasadena dari Palembang.

Untuk juara kedua kategori penyanyi diraih oleh Hanny Marcella (Palembang) yang membawakan lagu Harmoni Dhamma ciptaan Indra Gunawan Supangkat (Cikampek), sedangkan juara ketiga diraih Chriselda Armani yang membawakan lagu ciptaannya sendiri Hari Ini
.

Untuk kategori pencipta lagu, juara kedua diraih oleh Andri (Tangerang) dengan lagu Berbagi, sedangkan juara ketiga diraih oleh Angelia Natatiluva (Palembang) dengan lagu Mari Ciptakan Harmoni. Para pemenang mendapatkan piala dan hadiah yang jumlah totalnya mencapai lebih dari Rp 100 juta, yang tercatat seabgai jumlah hadiah terbesar yang pernah diberikan dalam sebuah lomba di kalangan agama Buddha.

Malam puncak grand final LCPLBN diadakan di ICC MGK Kemayoran, Jakarta pada Sabtu, 6 Desember 2014. Pentas grand final menghadirkan 10 penyanyi dan 10 pencipta lagu Buddhis. Setiap penyanyi menyanyikan lagu ciptaan finalis kategori pencipta lagu. Pentas grand final malam itu benar-benar menjadi milik para finalis penyanyi dan pencipta lagu terbaik tahun ini.

Penampilan mereka dinilai oleh tiga juri yang sudah kenyang makan asam garam di dunia musik yaitu, duo personel Krakatau Band: Prasadja Budidharma dan Nyak Ina Ubiet Raseuki, serta Chittra Swastiekka (penyanyi Buddhis).

Sepuluh finalis kategori penyanyi adalah Chriselda Armani (Jakarta)
, Elsa Gaotami (Blitar)
, Hanny Marcella (Palembang)
, Glendy Tejopratomo (Surabaya)
, Cynthia Komala Sari (Pekanbaru)
, Reigitha Lawrence Anzela (Lampung)
, Jasmin (Temanggung)
, Oktafian (Jakarta)
, Vanessa Halkin (DKI Jakarta)
, dan Donny Soenaryo (Makassar).

Sedangkan 10 finalis kategori pencipta lagu adalah Chriselda Armani (Jakarta) lagu Hari Ini
, Angelia Natatiluva (Palembang) lagu Mari Ciptakan Harmoni
, Yulianto Gozally (Bekasi) lagu Karma
, Fani Chrisyanti (Surabaya) lagu Tegar
, Chandra Wijaya Pasadena (Palembang) lagu Ladang Hati
, Lyn Cahya Niti (Medan) lagu Indahnya Kasih
, Hendra Putra Wijaya (Bali) lagu Suka Cita dalam Dhamma, Yonradi Sumijaty Tjiadi (Tangerang) lagu Delapan Jalan Mulia Kehidupan
, Indra Gunawan Supangkat (Cikampek) lagu Harmoni Dhamma
, dan Andri (Tangerang) lagu Berbagi.

Mungkin Anda pernah berpikir lagu-lagu Buddhis begitu-begitu saja dengan alunannya yang monoton dan konvensional? Itu dulu.. Tapi kini musik Buddhis telah berubah mengikuti tren musik yang berkembang saat ini. Setidaknya itu yang terlihat dalam LCPLBN 2014. Lomba ini memang digelar untuk membuat satu gebrakan baru di dunia musik Buddhis tanah air dengan melahirkan bakat-bakat muda yang dibina secara profesional.

Sepuluh penyanyi Buddhis yang masih berusia belia dengan penuh percaya diri menampilkan talenta mereka dengan sangat maksimal. Alunan nada-nada yang mereka kumandangkan untuk Sang Triratna bervariasi mulai dari yang bergaya rock, rap, pop, hingga jazz. Semua lagu yang yang masuk final telah direkam dalam bentuk CD, dan para hadirin yang datang malam itu sangat beruntung karena mendapatkannya secara gratis.

Selain Glen yang menjadi juara, bintang pada malam grand final LCPLBN kali ini adalah Jasmin. Tepuk tangan dan teriakan meriah terdengar dari para penonton ketika ia membawakan lagu Suka Cita dalam Dhamma dalam irama rock. Melengkapi aksi panggungnya, ia ditemani oleh dua gitaris cewek yang juga mendapat sambutan meriah. Tak salah jika di akhir pentas ia dinobatkan sebagai penyanyi favorit.

Kisah hidup Jasmin juga menarik untuk diikuti. Kepada BuddhaZine, ia bercerita tentang masa lalunya yang pernah menjadi pengamen jalanan selama 5 tahun. Seperti anak jalanan pada umumnya, waktu itu ia juga akrab dengan minuman keras, sering berantem, dan hal-hal negatif lain. Namun ia berhasil mengubah hidupnya atas kemauan sendiri, padahal sebelumnya orang-orang terdekatnya selalu menasehatinya tapi selalu berujung gagal.

Lomba ini juga dimeriahkan oleh sejumlah bintang tamu. Maestro musik etnik Nyak Ina Ubiet Raseuki yang mengawali acara malam hari itu melantunkan Gatha Vandana dan Trisarana. Prasadja Budhidharma dan Chittra Swastiekka juga berduet membawakan lagu Ratana Sutta yang membuat hadirin terhenyak mendengarkan dengan khusyuk. Juga tampil sejumlah band Buddhis yang di bawah label Namaste Studio: Shalut Band dari Lombok, Wisdom Beat dari Jakarta, dan Light Simple Rhythm (LSR) dari Surabaya.

20141207 Glen dari Surabaya Juara Lomba Cipta dan Penyanyi Lagu Buddhis Nasional_2

LCPLBN ini diadakan oleh Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI) bekerjasama dengan Namaste Studio. Ketua umum SIDDHI Sujanto Latip mengatakan, LCPLBN diadakan untuk mengulang kembali kesuksesan Lomba Cipta Lagu Buddhis KMBJ yang dulu pernah berjaya pada dasawarsa 1980-1990an.

Ketika itu ajang pencarian bakat tersebut banyak nama-nama penyanyi dan pencipta lagu Buddhis yang masih kita kenal sampai sekarang. Di deretan penyanyi, kita mengenal Vivi Tjandra, Metta Selani, Shery Meiny, Chittra Swastika, hingga Meicie Widjaja. Sedangkan di deretan pencipta lagu kita mengenal Joky, Darmadi Tjahjadi, Jan Hien, hingga Antono H.T.

Seperti layaknya ajang pencarian bakat yang sedang tren di dunia hiburan, LCPLBN juga mengadakan audisi untuk menjaring bakat-bakat terbaik dari berbagai kota di tanah air. Audisi diadakan dari bulan Agustus sampai September 2014 di 7 kota besar, yaitu Surabaya, Makassar, Jogjakarta, Medan, Palembang, Lampung, dan Jakarta. Peminat yang mendaftar cukup mengejutkan dengan jumlah total 170 penyanyi dan 88 pencipta lagu.

Audisi dijalankan dengan amat ketat hingga terjaring 28 penyanyi yang kemudian berkompetisi dalam pentas semifinal yang diadakan di Pluit Junction, Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2014 lalu. Lomba tingkat semifinal tersebut menghadirkan 3 orang juri: Trie Utami, Prasadja Budidharma, dan Chittra Swastiekka. Dari puluhan peserta, terseleksi 10 orang terbaik yang kemudian tampil di final.

“Semua peserta punya ciri khas sendiri-sendiri,” puji Prasadja. Ia juga memberikan tips bagi para finalis pencipta lagu bahwa, “Lagu yang hebat itu datang dari hati.” Sedangkan Chitttra yang menjadi mentor para finalis mengaku sangat bangga akan ajang final ini, “Kita beri masukan pada mereka, dan mereka semua mau belajar sehingga kita bahagia melihatnya.”

Sementara Ubiet Raseuki merasa terkagum-kagum bahwa sebenarnya muda-mudi Buddhis banyak yang kreatif dan bertalenta. Ia yakin bahwa keragaman musik dan latar belakang para peserta akan membawa pada keharmonisan yang universal.

Itu pula yang diharapkan oleh Hanny Marcella yang malam itu membawakan lagu sedikit ngerap, “Semoga musik Buddhis makin berjaya, makin meluas, apa pun genrenya!”

Grand Final LCPLBN 2014 @ICC MGK Kemayoran Jakarta

120 x 450 Konser opsi2.
FREE TICKET… Sebagai rasa peduli dengan perkembangan lagu Buddhis, SIDDHI mempersembahkan Event sebagai ajang mencari bakat & mengembangkan potensi Pencipta serta Penyanyi Lagu Buddhis. Dapatakan FREE untuk Ticket Regular (Tanpa CD Album) di 021-29379681, 082216689973, Pin BB: 2a908f1e.
Bagi yang ingin berdonasi disiapkan Ticket Diamond 500rb, Gold 250rb, Platinum 150rb, Silver 75rb (Donasi sebagai biaya produksi CD Album 10 Finalis+Goody Bag).
Donasi dapat pula disalurkan melalui rek BCA : a/n SIDDHI 488 0347 999. Terima kasih atas dukungan dari semua pihak

Grand Final LCPLBN 2014

Grand Final LCPLBN 2014

Kebangkitan Musik Buddhis Indonesia, Hadirilah EVENT GRAND FINÀL LOMBA CIPTA & PENYANYI LAGU BUĐDHIS NASIONAL 2014,
Sabtu, 6 Desember 2014, Pkl. 16.30 – 21.30. ICC Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat.

Performance : ARTIS/AKTOR MUSIK INDONESIA YANG SUDAH GO INTERNASIONAL
– Nyak Ina Ubiet Raseuki ( Vandana & Tissarana ),
– Prasadja Budidharma (Krakatau Band) & Chittra Swastiekka ( Ratana Sutta )
– Penampilan artis Buddhis ( Wisdom Beat, Lsr, Shalut Band )
Datang dan buktikan keindahan Dharma dalam untaian lagu Buddhis.”Universal Untuk Harmoni”

Info Tiket Box :

Adhiraja : ( 021-6624339, 083873729729 )
Kemayoran : Lenny ( 0811 943 300 )
Kelapa Gading : Fendi ( 0817 840 078 )
Pluit : Kessy ( 0899 5406 537 )
Puri Kembangan : Vera ( 021- 583 591 27 )
Tangerang : Dedi ( 021 – 933 395 89 )
Tangerang selatan : Irma ( 0812 9930 6900 )

Untuk info sponsor & Boòth:
Hubungi Sekretariat Panitia LCPLBN 2014:
Telp./Fax. (021) 29379681
HP 082216689973. Pin 2a908f1e

Pengumuman 10 Finalis Lomba Cipta & Penyanyi Lagu Buddhis Nasional 2014 yang masuk ke Grand Final 6 Des 2014

*Lomba Cipta :

Nama / Asal / Judul Lagu

1. Fani Chrisyanti (Surabaya) Tegar
2. Lyn Cahya Niti (Medan) indahnya Kasih
3. Chriselda Armani (Jakarta) Hari Ini
4. Sylviana Ratna Rembulan (Palembang) ladang Hati
5. Yulianto Gozally (Jakarta) Karma
6. Angelia Natatiluva (Palembang) Mari Ciptakan Harmoni
7. Indra Gunawan Supangkat (Jakarta) Harmoni Dhamma
8. Yonradi Sumijaty Tjiadi (Jakarta) Delapan Jalan Mulia Kehidupan
9. Andri (Jakarta) Berbagi
10. Hendra Putra Wijaya (Surabaya) Suka Cita Dalam Dhamma

* Lomba Penyanyi :

1. Chriselda Armani (DKI Jakarta)
2. Elsa Gaotami (Blitar)
3. Hanny Marcella (Palembang)
4. Glendy Tejopratomo (Surabaya)
5. Cynthia Komala Sari (Pekan Baru)
6. Reigitha Lawrence Anzela (Lampung)
7. Jasmin (Temanggung)
8. Oktafian (DKI Jakarta)
9. Vanessa Halkin (DKI Jakarta)
10. Donny Soenaryo (Makassar)

Pengumuman Lomba Penyanyi

Pengumuman Lomba Penyanyi LCPLBN 2014 untuk yang masuk ke babak Semi Final :

Nama / Asal daerah / Nomor peserta

Angga Dami ( Bangka Belitung) 0057
Benny Handoko (Tangerang ) 0152
Calvin (Tangerang) 0038
Chriselda Armani (DKI Jakarta) 0096
Cucik Cahyanti (Malang) 0143
Cynthia Komala Sari (Pekan Baru) 0094
Dahlia (DKI Jakarta) 0004
Darmadi (Medan) 0166
Donny Soenaryo (Makassar) 0066
Elaine Magracia wingardi (Bandar Lampung) 0058
Elsa Gaotami (Blitar) 0027
Glendy Tejopratomo (Surabaya) 0141
Hanny Marcella (Palembang) 0020
HendrikWijaya (Palembang) 0022
Indah Wijaya (Medan) 0046
Jasmin (Temanggung) 0101
Malvin Bunata wibowo (Jambi) 0031
Mega Putri Heny (Karawang) 0041
Mizo (Banjar Negara) 0032
Nandana Loka Aryani (Cirebon) 0132
Nicholas Prawiro Chen Wei Hung (Karawaci) 0044
Oktafian (DKI Jakarta) 0011
Reigitha Lawrence Anzela (Bandar Lampung) 0028
Sally (Medan) 0075
Stella Livina (Bandar Lampung) 0023
Vanessa Halkin (DKI Jakarta) 0129
Wahyu Maryanto (Boyolali) 0131
Yudi Pramono (Pati) 0013

Pengumuman Lomba Penyanyi LCPLBN 2014 Bisa Juga di lihat di web :

https://lombalagubuddhis.wordpress.com/2014/09/30/pengumuman-lomba-penyanyi/?preview=true&preview_id=345&preview_nonce=284a8a14f3&post_format=standard,

http://siddhi.or.id/2014/09/pengumuman-lomba-penyanyi/?preview=true&preview_id=2200&preview_nonce=3921d33de9

Peserta dapat mendowload lagu wajib Semi Final di : http://namastemusic.asia/lagu-wajib-pilihan-lcplbn-2014/

Semi Final minggu 12 okt 2014 di Mal Pluit Junction jakarta pk.12.00-Selesai
dimeriahkan oleh Artis & Bazaar. *FREE*

Grand Final sabtu 6 Des 2014 di ICC MGK kemayoran Jakarta pk.16.00-selesai. Undangan dapat menghubungi Sekertariat

Sekertariat LCPLBN 2014 : 082216689973 – 02129379683 – (SIDDHI) 0215666168. Namaste 021 29379681. Organized by SIDDHI (Sarjana Dan Profesional Buddhis Indonesia)

Syair Lagu Wajib Semi FInal Lomba Penyanyi LCPLBN 2014

Syair Lagu Wajib Semi FInal Lomba Penyanyi LCPLBN 2014 :

http://namastemusic.asia/wp-content/uploads/file/LIRIK%20LAGU%20WAJIB%20PILIHAN%20-%20SEMI%20FINAL.txt

DHAMMA ADALAH JAWABAN

Composer Wiguan MBM

kisah kehidupan insan di dunia
tak sama satu dengan lainnya
kadang kuberjaya kadang kuterjatuh
tak slalu seperti yang kumau

begitu banyak beban problema
yang mesti kita hadapi
sedih gembira silih berganti
mengapa ini terjadi

kusadari semua ini
warna warni kehidupan
saat suka dalam duka
pada Dhamma kubersandar
adalah jawaban

seribu rintangan segenggam harapan
menanti untuk kita menangkan
meski realita yang kita alami
tak slalu seperti yang terdamba

kala berbangga juga kecewa
adalah pamrih semata
semua pasti silih berganti
dan akan terus terjadi
MASIHKAH KAU DI SANA

Composer Jan Hien

untukmu sahabat kutuliskan syair ini
kan kujadikan sebuah lagu
lagu terindah yang mengingatkan
saat kita bersama

waktu yang berlalu menjadi saksi cerita
dalam DharmaNya kita mencoba
satukan langkah
untuk menjadi tangan-tangan DharmaNya
sahabat tercinta masihkah kau di sana

dan bila kau lelah ragu di dalam melangkah
nyanyikan laguku di hatimu
kan kusejukkan resah jiwamu
agar yakinmu kembali
sahabat tercinta masihkah kau di sana

tetaplah menjadi lilin dalam gulita
jangan pernah berpikir untuk menyerah
sahabat tercinta masihkah kau di sana
INTROSPEKSI

Composer Jan Hien

di dalam keheningan malam
kucoba merenungi diri
betapa sulitnya terlahir sebagai manusia

kita terhampar di alam samsara
dalam kelahiran yang tiada bertepi
selama karma yang kita punya
menepis nilai kebajikkan yang ada

kita kan terus arungi hidup
berputar di alam semesta
tiada henti terus berputar
selama karma menyelimuti hidup kita

sekarang baru kusadari
Agungnya Dharma yang Kau beri
menjadi pelita hatiku di dalam hidup ini

merdunnya Dharma di dalam sabdaMu
bagai embun pagi menyejukkan jiwa
Kau tanam cinta di setiap hati
umat manusia yang selalu gelisah

andai kudapat sedikit saja
berbuat sesuai DharmaMu
daku berharap kelak kan dapat
meraih kebahagiaan sejati
SUJUD KEPADA BUDDHA

Composer Sekat & Cerah

aku bersujud
di hadapan Sang Buddha
Sang pertapa Mulia
penuntun kita semua

mari renungkan
sifat Mulia Sang Buddha
kembangkanlah semua
metta dan cinta kasih

andai aku dapat hidup kekal
tanpa noda tanpa cela
tetapi semua itu fatamorgana
karna kita kan sakit mati

oh Buddha bimbing kami
agar kami dapat mandiri
hilangkanlah tanha lepaskanlah duka
lenyapkanlah sgala avidja di dunia
RUMAH DHAMMA

Composer Erl Kiem

terima kasih ku ucapkan
pada alam semesta
Karna dalam cerita hidup ini
ku dapat berlabuh di Rumah Dhamma

Rumah berkah yang ajari
lagu tentang warna kehidupan
kini tiada lagi kecewa dan penyesalan
Hanya ada semangat dan damai dihati

benci tlah menjadi bunga-bunga kasih
kini dalam sakit kutetap tersenyum
dia ajari ku buka hati seluas angkasa
mengerti derita tanpa air mata

Mari semua putra alam semesta
berkarya melayani dalam rumah Dhamma
tiada batas untuk bahagia
kita sampai bersama berlabuh di Nibbana

In The Name Of Love

Composer Darmadi Tjahjadi
when the feel of love, touch your heart softly
really turns to be tought and will not be shaken

as hurtful as pebbies, they are always hurting
and it will never die, in the name of love

as difficult it is, as hurtful as it is
never and never feel, and never satisfied

althought it is tiring and so terribly seek
the love well receives all the things

hatred will never end and really never end
if we take revenge and show our hatred
it will come to an end if we can spread out
spread out benevolence through the world

extremely difficult keep searching the lost one
so hard to reach the dream and make it come true

it is more difficult, to maintain what we have
what we have got in hand, at the end it will be gone

when we fail to get it, to get what we want
to get what we wish, that all we need to reach

so we would better to really feel satisfied
what we have everything at this moment

Lomba Cipta dan Penyanyi Lagu Buddhis Nasional

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,931 other followers